Namanya Manusia

rain-human-interest-photography-down-pour.jpg

Namanya manusia.
Bulu matanya lentik berulas gemulai.
Parasnya lembut terkadang memerah apabila terluka.
Aku yang tahu seperti apa ceritanya. Berjalan di atasku dengan segudang mimpi yang sering berulam kecewa.

Namanya manusia.
Punggungnya membungkuk tertumpu beban.
Tak punya pilihan.
Mengais satu demi satu yang tersisa di jalanan.
Sudah lama bermusuhan dengan harapan.
Mimpinya terkubur dalam diam.
Aku yang mengerti berapa banyak waktu miliknya terbuang karena terbawa angan-angan.

Namanya manusia.
Bohongnya sering berkata tidak apa-apa.
Meski dalam hati merutuk. Meratap.
Dia tahu tak ada gunanya meminta.
Hidup tak mau tahu tentang dirinya.
Aku yang merasa pahit senyumnya.

Namanya manusia.
Terkadang dalam diamnya ditatap satu dua lainnya yang terlewat di depan mata.
Menghitung dalam hati.
Siapa lagi yang bisa diminta tinggal nanti.
Dan aku yang menjadi saksi mata, hanya bisa ikut terluka.
Meski serat dukaku tak bisa menjadi bandingannya.

Namanya manusia.
Baginya teman itu semu dan musuh itu seribu.
Berdua memberi corak tanda seru.
Tak ada bedanya.
Karena percaya masa kini sudah tabu nampaknya.
Aku tahu.
Diriku sendiripun tergores karena menelan percaya begitu saja.
Tanpa ampun.
Tanpa tanya.

Namanya manusia.
Dan untuknya aku berdoa.
Aku.
Yang tak bisa apa-apa selain menatap isaknya.
Aku.
Yang olehnya disebut semesta.

Picture from : https://achyar89.wordpress.com/rain-human-interest-photography-down-pour-jpg/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s