India dan Mimpi-mimpi yang (hampir) Sempurna : Awal perjalanan (3)

15877009_737580309730240_5583635571323961344_n.jpg

One of the best things of being overthinking is you’ll try to come to a place that you need to be as early as possible. Like today, when I have to wait for more than an hour just to make sure that I can apply for my visa in a proper way. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

It’s not a big deal. Besides, it’s better than trap in the busiest traffic condition in Jakarta. Now, how about a cup of coffee?

Btw, Β postingan ini akan jadi curhat yang panjang sekali. Skip jika tidak sanggup membaca terlalu lama. “Nikmat Allah yang manakah yang kamu dustakan?” edisi hari ini dalam bentuk yang tidak terduga. Rejeki itu nggak melulu keliatan dalam bentuk uang misalnya. Meskipun beberapa hari mengurut dada karena ATM ketinggalan (dengan bodohnya) di Makassar, hari ini saya beruntung dapat traktiran dari kenalan yang tidak terduga di saat yang tidak diduga juga. Diajakin jalan-jalan pula. πŸ˜‚πŸ˜‚ Jadi ceritanya, beberapa waktu lalu saya nonton sebuah film di Cinema XXI Makassar sendirian. Bukan hal yang aneh sih, karena saya sudah melakukannya beberapa kali. Setelah memilih bangku pojok G sebelah kanan favorit saya yang kebetulan kosong, saya lalu masuk ke dalam dan mulai menunggu film dimainkan.

Beberapa waktu kemudian, seorang cowok masuk dan duduk dua kursi di sebelah kiri saya. Usianya sekitar akhir 20-an dengan postur tinggi dan mengenakan kacamata. Untuk beberapa saat, saya menikmati film tanpa memperhatikan sekitar. Setelah 30 menit berlangsung, saya menengok ke sebelah kiri dan bertatapan dengan cowok itu. Entah apa yang lucu, kami berdua tiba-tiba tertawa. Dia lalu meminta izin pindah duduk ke sebelah saya. Long story short, setelah film selesai, kami berdua berkenalan. Dia bekerja di sebuah perusahaan di jakarta dan kebetulan ikut membawakan sebuah kegiatan di makassar. Kami bertukar nomor telepon dan berpisah.

Tidak pernah ada kontak lagi setelahnya. Lalu beberapa hari sebelum ke jakarta, dia menelepon. Rupanya dia ingat kalau saya akan tinggal dan mengurus visa selama beberapa hari di jakarta.

Siang tadi, dia menjemput saya di kedubes india, lalu mengajak saya makan siang di Epicentrum Walk. Dia sempat mengajak saya berkeliling dan menunjukkan sebuah toko buku bekas di Plaza Festival yang cukup lengkap. Tempatnya hanya beberapa meter dari EpiWalk. Sayangnya dia harus kembali ke kantor. Kami lalu berpisah dan saya kembali ke kostan dengan Gojek.

Kita nggak pernah tahu dengan siapa kita akan bertemu. Yang saya tahu, tidak ada salahnya beramah-tamah dengan kenalan baru. Siapa tahu bisa jadi teman baru? Ya nggak?

#thespicyjourney #day3 #myspicyjourney

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s